Apa Itu Logistik? Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Apa Itu Logistik? Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Setiap kali Anda menerima paket dari toko online atau melihat rak supermarket yang selalu penuh dengan produk, ada satu sistem besar yang bekerja di balik layar yaitu logistik. Tanpa logistik yang efektif, dunia akan berada dalam kekacauan. Barang tidak akan sampai tepat waktu, bisnis akan mengalami kerugian besar, dan pelanggan akan kecewa.

Logistik adalah fondasi dari hampir setiap industri, mulai dari manufaktur hingga e-commerce. Dalam artikel VAR Express ini, kita akan membahas apa itu logistik, tujuan utama, serta manfaatnya bagi bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Pengertian Logistik

Secara umum, logistik adalah proses perencanaan, implementasi, dan pengendalian aliran barang, informasi, dan sumber daya lainnya dari titik asal ke titik tujuan dengan cara yang efisien dan efektif.

Banyak orang sering menyamakan logistik dengan supply chain management (SCM), tetapi keduanya memiliki perbedaan. Supply chain management mencakup keseluruhan proses produksi dan distribusi, sedangkan logistik lebih fokus pada pergerakan dan penyimpanan barang.

Baca Juga: Strategi Mencari dan Menjual Produk Trending atau Winning Produk di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Logistik

Jika dlihat dari sejarahnya, logistik bukanlah konsep baru. Sejak zaman peperangan kuno, logistik telah digunakan dalam strategi militer untuk memastikan pasukan memiliki suplai makanan, senjata, dan perlengkapan lainnya.

Dalam dunia bisnis, logistik mulai berkembang pesat pada abad ke-20. Perusahaan manufaktur seperti Toyota memperkenalkan konsep Just-in-Time (JIT), yang memungkinkan perusahaan mengelola stok secara efisien tanpa menimbun barang dalam jumlah besar. Kemudian, raksasa ritel seperti Walmart juga mengembangkan sistem logistik canggih untuk memastikan produk selalu tersedia di rak toko dengan biaya seminimal mungkin.

Saat ini, dengan kemajuan teknologi, logistik telah menjadi lebih cerdas dan terotomatisasi, memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi dalam berbagai sektor industri.

Komponen Utama dalam Logistik

Logistik bukan hanya sekadar mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain. Ada beberapa komponen utama yang harus diperhatikan agar sistem logistik dapat berjalan dengan baik:

1.    Pengadaan Barang dan Bahan Baku

Proses ini melibatkan perencanaan dan pemilihan pemasok yang dapat menyediakan bahan baku berkualitas dengan harga yang kompetitif. Tanpa pengadaan yang baik, produksi bisa terhambat dan menyebabkan gangguan dalam distribusi.

2.    Penyimpanan dan Manajemen Inventaris

Gudang adalah bagian penting dalam logistik. Barang yang masuk dan keluar harus dikelola dengan sistem yang rapi agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok. Manajemen inventaris yang baik memastikan perusahaan dapat memenuhi permintaan pasar tanpa membuang banyak sumber daya.

3.    Transportasi dan Distribusi

Salah satu elemen paling terlihat dari logistik adalah transportasi. Barang yang telah diproduksi harus dikirimkan ke pelanggan dengan metode yang paling efisien, baik melalui darat, laut, maupun udara.

4.    Teknologi dan Sistem Informasi

Sistem manajemen logistik modern telah mengadopsi teknologi seperti IoT (Internet of Things), AI (Artificial Intelligence), dan big data untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengiriman barang.

Baca Juga: 10 Brand Skincare asal China yang Booming di Indonesia

Jenis-Jenis Logistik

Logistik memiliki berbagai jenis yang disesuaikan dengan fungsi dan cakupan operasionalnya. Setiap jenis logistik memainkan peran penting dalam rantai pasok dan memiliki tantangan serta keunggulan tersendiri. Berikut adalah jenis-jenis logistik yang umum digunakan dalam dunia bisnis dan industri:

Logistik Inbound dan Outbound

Logistik inbound dan outbound adalah dua proses utama dalam manajemen rantai pasok yang mengatur aliran barang dari pemasok hingga sampai ke tangan pelanggan.

1.     Logistik Inbound

Logistik inbound berfokus pada aliran masuk bahan baku, komponen, dan sumber daya lainnya ke dalam perusahaan. Proses ini mencakup:

  • Pemilihan pemasok dan negosiasi kontrak.
  • Pengangkutan bahan baku ke fasilitas produksi atau gudang.
  • Manajemen stok dan penyimpanan bahan mentah.

Contoh: Sebuah pabrik mobil membutuhkan berbagai komponen seperti mesin, ban, dan kaca dari berbagai pemasok sebelum dapat merakit kendaraan. Pengelolaan pengiriman suku cadang tersebut termasuk dalam logistik inbound.

2.     Logistik Outbound

Logistik outbound adalah proses pengiriman produk jadi dari gudang atau pabrik ke pelanggan akhir, distributor, atau pengecer. Tahapan dalam logistik outbound meliputi:

  • Penyimpanan barang jadi di gudang.
  • Pengemasan dan pelabelan produk sesuai standar.
  • Distribusi ke pelanggan atau mitra bisnis melalui transportasi darat, laut, atau udara.

Contoh: Perusahaan e-commerce seperti Shopee atau Tokopedia mengirimkan barang dari gudang ke pelanggan melalui layanan logistik pihak ketiga seperti JNE atau SiCepat.

Logistik Pihak Pertama (1PL) hingga Keempat (4PL)

Dalam dunia bisnis, perusahaan dapat mengelola logistiknya sendiri atau menggunakan layanan dari penyedia logistik eksternal. Berikut adalah model logistik berdasarkan tingkat keterlibatan pihak ketiga:

1.     First-Party Logistics (1PL)

Perusahaan mengelola seluruh aspek logistiknya sendiri tanpa bantuan pihak eksternal. Biasanya diterapkan oleh bisnis yang memiliki armada transportasi dan gudang sendiri.

Contoh: Sebuah perusahaan distribusi minuman yang memiliki truk pengiriman dan mengelola sendiri operasional distribusinya.

2.     Second-Party Logistics (2PL)

Perusahaan menggunakan jasa penyedia transportasi atau penyimpanan eksternal tetapi masih mengelola aspek logistik lainnya sendiri.

Contoh: Sebuah toko online yang menyewa layanan ekspedisi seperti J&T Express untuk pengiriman produknya tetapi tetap mengelola stok sendiri di gudang mereka.

3.     Third-Party Logistics (3PL)

Perusahaan menyerahkan sebagian besar fungsi logistiknya kepada pihak ketiga yang menangani pergudangan, transportasi, dan distribusi.

Contoh: Perusahaan fashion yang menggunakan layanan fulfillment seperti Ninja Xpress untuk menangani penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman barang ke pelanggan.

4.     Fourth-Party Logistics (4PL)

Perusahaan sepenuhnya mengandalkan pihak eksternal untuk menangani dan mengelola seluruh sistem logistik mereka, termasuk strategi dan perencanaan rantai pasok.

Contoh: Perusahaan multinasional yang menggunakan layanan konsultasi logistik dari DHL Supply Chain untuk merancang dan mengoptimalkan seluruh operasional rantai pasoknya.

Logistik Reverse (Logistik Balik)

Logistik reverse adalah proses logistik yang berkaitan dengan pengelolaan barang yang dikembalikan, didaur ulang, atau diperbaiki. Hal ini sering terjadi dalam industri ritel dan e-commerce.

Beberapa aspek dalam logistik reverse:

  • Retur Produk: Barang yang dikembalikan pelanggan karena cacat, tidak sesuai, atau alasan lain.
  • Daur Ulang Barang Bekas: Produk yang tidak terpakai dikumpulkan dan diproses kembali agar dapat digunakan kembali.
  • Perbaikan dan Refurbishment: Produk elektronik seperti smartphone atau laptop sering dikembalikan untuk diperbaiki sebelum dijual kembali sebagai produk rekondisi.

Contoh: Apple memiliki program daur ulang di mana pengguna dapat mengembalikan perangkat lama mereka untuk didaur ulang atau diperbaiki sebelum dijual kembali sebagai produk refurbished.

Logistik Global dan Domestik

Berdasarkan cakupan geografisnya, logistik dapat dibedakan menjadi dua jenis utama:

1.     Logistik Domestik

Logistik yang hanya beroperasi dalam satu negara dan tidak melibatkan proses ekspor atau impor.

Contoh: Sebuah perusahaan makanan cepat saji yang mengelola distribusi bahan baku di seluruh kota atau wilayah dalam satu negara.

2.     Logistik Global

Logistik yang melibatkan perdagangan internasional, termasuk ekspor dan impor barang antar negara. Proses ini lebih kompleks karena harus mematuhi regulasi perdagangan internasional dan bea cukai.

Contoh: Perusahaan elektronik seperti Samsung mengirimkan produk mereka dari Korea Selatan ke berbagai negara di seluruh dunia.

Logistik E-Commerce

Logistik e-commerce adalah sistem yang dirancang untuk menangani pesanan pelanggan secara efisien dalam bisnis online. Beberapa elemen utama dalam logistik e-commerce adalah:

  • Manajemen stok otomatis: Menggunakan sistem yang bisa memperbarui jumlah stok secara real-time.
  • Penyimpanan dan pengelolaan gudang yang efisien.
  • Pengiriman cepat dan fleksibel: Banyak bisnis e-commerce menawarkan opsi pengiriman same-day atau next-day delivery.

Contoh: Alibaba dan Amazon menggunakan teknologi canggih dan sistem AI untuk mengoptimalkan logistik e-commerce mereka, memastikan pesanan dikirim dengan cepat ke pelanggan di seluruh dunia.

Green Logistics

Green logistics adalah konsep logistik yang mengutamakan keberlanjutan dan pengurangan dampak lingkungan. Fokus utama logistik hijau meliputi:

  • Mengurangi emisi karbon dalam proses transportasi.
  • Menggunakan energi terbarukan untuk gudang dan pusat distribusi.
  • Mempromosikan penggunaan kemasan ramah lingkungan.

Contoh: Perusahaan logistik seperti DHL telah mengadopsi kendaraan listrik dan solusi energi hijau untuk mengurangi jejak karbon mereka.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Berbelanja di Taobao ke Indonesia

Kesimpulan

Logistik memiliki berbagai bentuk dan fungsi yang sangat beragam, tergantung pada kebutuhan bisnis dan model operasionalnya. Dari logistik inbound dan outbound, sistem multi-party logistics (1PL hingga 4PL), hingga logistik hijau yang berfokus pada keberlanjutan, setiap jenis memiliki peran penting dalam rantai pasok global.

Dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan pasar, sistem logistik terus berkembang dan menjadi semakin kompleks. Perusahaan yang dapat mengelola logistiknya secara efektif akan memiliki keunggulan kompetitif yang besar dalam dunia bisnis yang semakin dinamis.

Sudah siap untuk menjadi importir barang dari China? Var Express siap membantu dan menjadi partner terbaik Anda. Kami memiliki berbagai layanan profesional mulai dari forwarder, jasa belanja 1688, Alibaba, dan Marketplace China lainnya. Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang juga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *